Kamis, 18 Januari 2018

Perjalanan Seru Menuju Kawah Putih


Kawah Putih

Perjalanan Seru Menuju Kawah Putih. Tahun lalu saya berkesempatan untuk menjajaki Kota Bandung, Jawa Barat. Berada di kota ini tidak sah kalau tak berkunjung ke Kawah Putih. Perjalanan yang memicu adrenalin sangat menarik karena kita dibawa oleh angkutan umum khusus mendaki bersama para pengunjung lainnya.

Tanjakan demi tanjakan mulai dijajal. Perjalanan ini juga dibumbui dengan tikungan yang cukup membuat hati deg-degan tapi tidak membahayakan. Akhir nya kami sampai diterminal angkot di puncak. Artinya tempat tujuan sudah di depan mata. Tanpa menunggu lama lagi, satu persatu meninggalkan angkot untuk pergi menuju pusat Kawah Putih.

Pemandangan Kawah Putih dari dekat


Saya hanya pernah melihat ini di foto yang terpampang di internet. Hasilnya memang menajubkan karena satu kubangan yang tidak terlalu besar ini dikelilingi oleh banyak kayu. Kelihatan seperti musim gugur di Jepang maupun Korea.

Meski matahari memancarkan sinarnya begitu terik tak menyulutkan semangat orang-orang mengelilingi danau itu. Warna nya biru lalu di atas nya ada tanah kuning. Di sebelahnya terdapat tumpukan tanah seperti batu yang menggunung sehingga kita tak bisa melihat pemandangan di belakangnya. Tapi, berkat tumpukan itu kita bisa menghasilkan foto yang instagramble banget.

Jembatan penghubung kawasan Kawah Putih


Pengujung yang datang tak hanya dari Bandung dan sekitarnya tapi ada beberapa kota bahkan provinsi lain. Banyak orang berbondong-bondong datang untuk menikmati danau yang tak boleh disentuh air nya ini. Sebab jika terkena tangan bisa sakit kulit dan beragam penyakit lainnya. Namanya juga air belerang sehingga cukup berbahaya.

Tempat yang indah ini menjadi salah satu tempat favorite untuk melakukan foto prawedding juga. Hasilnya memang tidak mengecewakan, wajar saja banyak orang rela datang jauh-jauh demi menghasilkan karya yang sempurna.

Menikmati Kawah Putih


Biaya berkunjung di sini juga cukup murah. Kita bisa datang ke tempat ini dengan kendaraan roda dua, mobil maupun bus. Nanti ketika sampai maka akan disediakan angkutan lagi bagi mereka yang menggunakan sepeda motor dan bus. Karena dua kendaraan ini tak diizinkan berkendaraa hingga ke puncak. Kecuali mobil pribadi, boleh sampai ke puncak nya.


Hammockan di sini juga sangat menyenangkan


Tiket masuk gratis. Kita cukup membayar jasa angkot 15.000 pulang pergi, lalu masker jika ingin membeli.
Bagi yang berkendara sepeda motor, kita dikenakan parkir 5.000 dan 5.000 juga untuk jasa penitipan helm. Saya juga tidak paham kenapa harus nitip helm padahal ada tukang parkir.

Begitu lah asiknya menikmati wisata di Kawah Putih. Tempat yang pas untuk kunjungan keluarga dan orang terdekat kita.

Sabtu, 13 Januari 2018

Danau Sentarum Putusibau

speedboat untuk mengelilingi Danau Sentarum


Menghabiskan waktu untuk menikmati indahnya karya indah Sang Pencipta menjadi bagian dalam hidup banyak orang. Apalagi dia yang mencintai travelling. Hal serupa juga kualami, sebab menurutku jalan-jalan merupakan salah satu cara bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita umat-Nya.

Salah satu tempat yang pernah kukunjungi di tanah kelahiranku telah memberikan memori yang tak bisa dihapus. Tempat ini memiliki berjuta cerita yang telah memuaskan jiwa raga ku dengan keindahannya. Danau Sentarum, nama tempat tersebut. Kawasan yang selalu membuat orang yang pernah mengunjunginya merasa rindu dan ingin kembali lagi.

Secara geografis, Danau Sentarum terletak di Putusibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Kawasan ini berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia, jaraknya hanya 60 menit dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Badau. Tidak heran jika ada beberapa dari Malaysia yang juga menyukai tempat ini.


Danau Sentarum dari Puncak Bukit Tekenang


Danau Sentarum merupakan danau yang unik karena memiliki dua wajah serta menjadi pengatur debit air bagi sungai terpanjang di Indonesia yaitu Sungai Kapuas. Ketika musim hujan, kawasan Danau Sentarum ini akan dipenuhi genangan air karena harus menampung air yang mengaliri Sungai Kapuas agar tempat tersebut tidak kebanjiran. Namun sebaliknya, apabila musim kemarau datang, Danau Sentarum akan mengering dan tempat ini berubah menjadi kawasan tandus sehingga orang bisa melewatinya menggunakan sepeda motor maupun mobil. Air yang ditampung sebelumnya dialirkan untuk Sungai Kapuas agar kawasan yang dialiri sungai ini tidak kekeringan.

Saya menilai Danau Sentarum ini seperti lilin yang merelakan tubuhnya terbakar habis demi seberkas cahaya. Sebab dia merelakan kawasannya kering demi memberi air untuk tempat yang dialiri oleh Sungai Kapuas. Sifat Danau Sentarum ini cukup mulia yaa, bisa juga seperti pengorbanan orang tua kepada anaknya. 

Tidak hanya sifat baik yang dimiliki oleh danau ini. Ketika berkunjung di sana saya seperti melihat dunia lain karena pemandangannya sangat indah. Di sekeliling danau juga terdapat beberapa bukit yang tersusun rapi sehingga mata kita semakin dimanjakan oleh cantiknya kekayaan alam yang ditawarkan di sini.

Kawasan Danau Senatrum ketika kering


Saya mengelilingi danau tersebut menggunakan speedboat milik warga sekitar tapi kita harus menyewanya. Ada satu tempat yang kami tuju untuk melihat dari ketinggian indahnya kawasan seluas 132.000 hektare ini yaitu Bukit Tekenang. Pada tahun 1999, Danau Sentarum ditetapkan sebagai Taman Nasional untuk melindungi keanekaragaman hayati di wilayah tersebut. 

Danau Sentarum memiliki banyak pohon putat yang kemudian dijadikan rumah oleh lebah hutan sehingga kawasan ini dinobatkan sebagai penghasil madu terbaik kedua di dunia setelah India. Bagi saya, melihat panen madu secara langsung dan dapat meminumnya di sana menjadi daya tarik tersendiri yang tidak akan saya dapatkan dimana pun. Tidak hanya itu, memancing juga menjadi unggulan di sini sebab ikan masih banyak sehingga mudah untuk mendapatkannya.

Proses penyaringan madu atau pasca panen


Bahkan, ada beberpa ikan arwana yang bisa kita pancing tetapi jangan salah, ada kawasan danau yang di lindungi sehingga jika ingin memancing harus dengan warga sekitar agar tidak salah tempat.
Namun sayang, meski menyimpan sejuta keindahan, tempat ini belum dikenal banyak orang. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi pengelola Taman Nasional Danau Sentarum agar lebih lagi mempromosikannya.
Kampung Semangit, kawasan Danau Sentarum

Tempat ini dapat kita datangi melalui dua jalur yakni darat dan udara. Jika ingin menggunakan jalur darat dapat menggunakan taksi atau bus menuju Putusibau dengan jarak tempuh kurang lebih 14 jam. Namun, jika memilih jalur udara, kita hanya membutuhkan satu jam perjalanan sudah bisa sampai di Putusibau.

Wisata Danau Sentarum menjadi pilihan untuk mengisi liburan bersama orang terdekat, karena selain bisa menikmati alam yang indah dan unik, kita juga dapat melihat langsung kehidupan masyarakat yang masih kental dengan sentuhan tradisional.




Senin, 08 Januari 2018

Tempat Hits Anak Muda di Kubu Raya


IMG_3924
taman bunga mini di Borneo Bussines Icon

Tempat Hits Anak Muda di Kubu Raya. Sejak dua bulan yang lalu sosial media dipenuhi dengan gambar berlatar belakang yang sama. Aku melihat pemandangan tersebut memang tidak asing, rasa-rasanya sering dilihat.

Benar saja, tempat tersebut berada di jalan menuju tempat tinggalku. Tapi entah mengapa belum pernah menyempatkan diri untuk melihat-lihat atau mengambil gambar di situ.

Namun, semakin hari semakin banyak foto yang beredar dari sudut pandang yang berbeda. Kelihatannya sangat indah dan menggoda. Hal ini lah yang mendorong raga ku untuk segera melabuhkan diri di halaman hijau penuh hiasan menjulang tinggi.


IMG_3929
icon nama tempat borneo bussiness icon

Nama nya Borneo Bussines Icon, area pergudangan yang tertata rapi ini berada di perbatasan wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya sehingga wajar saja banyak orang yang datang untuk menikmati manis nya sore hari tanpa harus menunggu liburan.

Kawasannya yang mudah dijangkau memang menjadi nilai tambah Tidak hanya itu, meski berada tidak jauh dari kawasan perkotaan, tetapi area ini masih layak dijadikan tempat wisata.

Taman mini dengan rerumputan hijau menjadi pilihan untuk bersantai dengan sanak saudara. Wajar saja meski sudah hits sejak beberapa bulan lalu, hingga kini kawasan ini masih selalu ramai didatangi pengunjung.


IMG_3917
Bersantai di halaman hijau nan sejuk

Desain bangunan yang unik membuat foto instagramble banget sehingga bisa dijadikan unggahan untuk quotes-quotes indah (Tapi jangan foto selfie lalu captionnya menggunakan quote mas Tere Liye).

Tidak hanya itu, huruf-huruf yang tingginya hampir sama dengan tinggi orang dewasa membuatnya semakin menarik untuk berpose di huruf kesukaan (entah inisial mantan atau gebetan).

IMG_3930
Icon huruf sesuai keinginan memilih nya

Tempat seperti ini memang agak sulit ditemui karena ada taman bunga mungil menambah manisnya foto-foto kita. Tidak hanya manis sih tapi juga cantik dan membuat mata terpana memandangnya.

Selain itu, kawasan ini juga masih segar dan nyaman untuk di kunjungi. Dan yang paling penting masuknya gratissssssss....

Selain tempatnya yang unik dan nyaman, di sini terdapat banyak jajanan untuk menyeka lapar dan sekaligus mengulang masa kecil dengan jajanan sosis atau telur tusuk. Suasana tambah adem dengan es kelapa muda.

IMG_3953
Menikmati jajanan


Yaah,, karena tempatnya dekat dengan kediaman jadi ketika berada disini kok ya seperti pengunjung dari jauh padahal tidak sampai 5 menit juga udah tiba di rumah.

Selamat menikmati wisata ala anak hits zaman now
Jangan lupa untuk terus menjaga kebersihan lingkungan yaaa..

Danau Sentarum : Danau Langka dan Unik di Jantung Borneo (Part II)


IMG_4914%2B%2528FILEminimizer%2529
Perjalanan menuju Kampung Semanggit
Danau Sentarum : Danau Langka dan Unik di Jantung Borneo (Part II). Memiliki hobi jalan-jalan memang sebuah anugerah yang tak terhelakan karena dengan menjelajahi alam adalahs salah satu bentuk rasa syukur kita.

Nah, kami akan melanjutkan cerita ketika menjelajahi Danau Sentarum Putusibau yang sebelumnya sudah sempat diceritakan rute perjalanan dan keseruan mendaki Bukit Tekenang.

Selain adanya bukit untuk melihat hamparan danau-danau di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, kita juga dapat berkunjung ke beberapa kampung penghasil madu hutan. Salah satunya adalah Semanggit. Kampung ini tidak jauh dari Bukit Tekenang, hanya 30 menit saja jarak tempuhnya.

IMG_5114%2B%2528FILEminimizer%2529
Kampung Semanggit


Tempat ini merupakan salah satu daerah penghasil madu hutan atau apisdorsata. Kita dapat minum madu langsung setelah di panen dan dapat melihat langsung panen Madu Hutan di Semanggit.

Selain dapat menikmati keindahan alamnya, kita juga akan merasakan aktivitas sehari-hari dari masyarakat sekitar. Alam yang asri, lingkungan yang ramah membuat hati terasa damai ketika berada di sana. 


IMG_4963%2B%2528FILEminimizer%2529
Pelabuhan 


Tidak hanya itu, sungai yang mengalir dengan santainya menambah suasana hari semakin adem dan menyenangkan. Masyarakatnya pun ramah dan asik di ajak ngobrol sehingga kita yang datang pun merasa di sambut oleh mereka.

Tapi, kendaraan di sana memang terbilang masih sedikit karena hanya bisa menggunakan speed boat saja dan itu menjadi kendaraan pribadi masyarakat sekitar.  Lalu, ketika kita dari Semanggit dan menuju ke Lanjak, ada tempat istirahat sebentar yakni di Pulau Melayu.

IMG_4927%2B%2528FILEminimizer%2529
Pulau Melayu


Tempat ini akan memanjakan kita dengan pemandangan yang tiada duanya dan juga di sana ada rumah untuk beristirahat. Tapi, yang buat saya sangat suka adalah tempat ini berdiri di sekeliling danau sehingga kita dapat melihat semua sisi kawasan danau dari satu pulau.

IMG_5273
Pasca Panen Madu


Bagaimana menjangkaunya ?

Untuk sampai ke tempat ini ada dua rute yang pertama bisa menggunakan jalur darat dari Pontianak hingga ke Lanjak kemudian dari Lanjak kita menggunakan speed boat untuk sampai ke lokasi.

Lalu, kedua adalah jalur udara dari Pontianak ke Putusibau kemudian dari Putusibau ke Lanjak harus menggunakan mobil maupun motor. Jarak tempuh 2 jam 30 menit dan setelah sampai ke Lanjak harus sewa speed boat untuk pergi ke lokasi.

Menggunakan jalur darat : Alokasi waktu kurang lebih 18 jam ( Pontianak - Lanjak )
Jalur udara                        : Alokasi waktu 3 jam 30 menit ( Pontianak - Lanjak )

IMG_5420
Minum Madu


Biaya 

Kata orang untuk sesuatu yang indah memang butuh dana yang besar pula. Memang untuk ke Danau Sentarum ini kita harus menyiapkan dana yang lumayan menguras dompet yakni Tiket Pesawat atau Tiket taksi maupun bis. (harga berubah-rubah, bisa cek setiap saat)

Lalu, untuk speed boat lebih kurang 1.200.000 ( Satu juta dua ratus ribu ) untuk sekali jalan dan hanya muat 3 - 4 orang saja.

Tapi, bisa juga di nego sampai 900.000 ( Sembilan Ratus Ribu ). Namun, ketika kita ingin menginap harga nya lain lagi, tergantung kesepakatan kita dengan pemilik speed.

IMG_5120%2B%2528FILEminimizer%2529
Kampung Semanggit

Danau Sentarum : Danau Langka dan Unik di Jantung Borneo (Part I)


IMG_4720
Danau Sentarum dari ketinggian, Bukit Tekenang
Danau Sentarum : Danau Langka dan Unik di Jantung Borneo (Part I). Rintik hujan menghiasi perjalanan kami ketika akan menyusuri danau terluas di Kalimantan Barat. Terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, kawasan Danau Sentarum ini pada tahun 1999 ditetapkan sebagai Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) yang terdiri dari pulau kecil dan besar.

Pada kawasan ini dipenuhi oleh Pohon Putat sehingga speed boat yang kami gunakan melintasi pohon-pohon ini. Kebetulan ketika berpergian bertepatan dengan musim penghujan sehingga air memenuhi kawasan danau tersebut.

IMG_4755
Kawasan Danau Sentarum


Rasanya amat menyenangkan berada di tempat sebagai Jantung Borneo ini dan mengamati langsung pusat sungai terpanjang di Indonesia, yakni Sungai Kapuas. Daerah ini lah yang mengatur arus air agar tidak terjadi penumpukan atau kekeringan di kawasan Sungai Kapuas.

Memiliki kawasan luas sekitar 132.000 hektar, Danau Sentarum memiliki daya tarik tersendiri untuk ekowisata yang siap menjamu para pengunjungnya. Keindahan danau yang luas menjadi daya tarik tersendiri karena tidak hanya bersentuhan langsung dengan kawasan asri, tetapi mata akan dimanjakan oleh jajaran pegunungan.

Selama perjalanan mengitari danau, tidak ada habis-habisnya keinginan kami untuk mengabadikan setiap spot foto maupun video. Tidak peduli juga dengan speedboat yang bergoyang karena hentakan ombak, rasa bahagia tak dapat terbendung kala menikmati surga kecil di tanah Borneo ini.

IMG_4660
Kawasan Guest House Bukit Tekenang


Untuk menikmati seluruh pemandangan indah ini, kami mendaki di Bukit Tekenang yang menjadi tempat favorite bagi wisatawan karena di sini sudah tersedia tempat mendaki yang mudah dijajal dan memiliki rumah kecil sebagai tempat mengabadikan indahnya Danau Sentarum dari ketinggian.

Di sini, kita akan disuguhkan panorama alam dengan angin segar nya dan jauh dari keramaian. Hanya ada beberapa rumah warga yang mengapung di danau. Namun, para pengunjung tidak perlu khawatir sebab sudah disediakan Guest House sebagai tempat beristirahat atau menginap.


IMG_4675
Pondok untuk pengambilan gambar Danau Sentarum dari ketinggian Bukit Tekenang


Fasilitas di Bukit Tekenang sederhana tapi bisa menjamu kebutuhan para wisatawan. Makanan khas masyarakat danau siap menjadi hidangan makan pagi hingga malam hari. Sebagai penghasil ikan toman, maka sudah pasti lidah akan digoyang dengan kenikmatan ikan toman bakar maupun asam pedam.

Rasa nya tidak perlu diragukan lagi, sangat lezaaatttttt..
Tempat menginap juga nyaman dan aman karena disertai ruangan besar dan kasur serta bantal yang dapat digunakan 5 hingga 10 orang dalam satu kamar.

IMG_4856
Perjalanan menyusuri Danau Sentarum dengan speedboat


Keindahan Danau Sentarum yang menarik perhatian para wisatawan lokal maupun internasional memang tidak mengecewakan. Kami seolah-olah sedang berada dalam dunia lain karena memang pemandangan seperti ini tidak akan ditemui pada belahan dunia manapun. Menurut data pariwisata Kapuas Hulu, setiap tahun pengunjung selalu bertambah karena banyak orang yang ingin melihat langsung indahnya karya Tuhan di tanah Borneo.

Lelah dan bosan tidak terasa meskipun hampir 20 jam menerjang perjalanan mulai dari Kota Pontianak hingga ke Putusibau dan dilanjutkan ke Lanjak sebagai titik akhir perjalanan darat sebelum menggunakan speedboat yang menjadi satu-satunya transportasi danau.

Wajar perjalanan agak lama karena kami kehabisan tiket pesawat dari Pontianak ke Putusibau. Padahal, ketika menggunakan transportasi udara, perjalanan hanya memerlukan waktu satu jam saja untuk sampai ke Putusibau dan dapat melanjutkan ke Lanjak dengan waktu tempuh 2 jam 30 menit.

IMG_4955
Hamparan bukit di kawasan Danau Sentarum


Perbedaan alokasi waktu antara jalur darat dan udara yang sangat signifikan ini karena Kapuas Hulu menjadi kabupaten penuntup Kalimantan Barat dan berbatasan langsung dengan Malaysia sehingga harus melewati beberapa kabupaten untuk bisa sampai di tempat tersebut.

Tetapi, para wisatawan tidak perlu khawatir karena akses jalan sudah bagus dan dapat menggunakan angkutan umum maupun mobil pribadi atau sepeda motor.
Untungnya, ketika menggunakan jalur darat, kita dapat menikmati keindahan alam di Sintang yakni Bukit Kelam sebagai icon Sintang. Keindahan Bukit batu ini cukup menarik perhatian dan menjadi tempat berfoto yang indah.

IMG_4529
Indahnya Danau Sentarum dengan bentangan bukit-bukit

Sekian dulu ceritanya, saya akan melanjutkan sisi lain Danau Sentarum pada postingan.

Selamat berwisata.
Tetap jaga dan lestarikan lingkungan.

Menikmati Keindahan Telaga Warna, Puncak Bogor

IMG_20170819_111606
Perahu di tengah telaga warna


Menikmati Keindahan Telaga Warna, Puncak Bogor. Jalan-jalan merupakan satu keharusan bagi setiap insan. Hal ini dibutuhkan agar kita lebih menikmati hidup dan merasakan indahnya karya Tuhan.

Ngomongin jalan-jalan, rasanya belum afdol kalau tidak menikmati sapaan lembut dari Puncak, Bogor Jawa Barat. Tempat ini memang udah sangat terkenal dan sering dikunjungi bahkan tidak jarang menjadi tempat favorit artis ibukota menghabiskan waktu liburan.

Tidak mau ketinggalan juga ingin menikmati hamparan kebun teh yang ada dengan tataan rapi dan unik. Kebetulan punya kesempatan berkunjung ke Jawa Barat, kami pun menghabiskan waktu untuk mengitari Puncak,Bogor.

Ternyata, ada yang menarik perhatian di sana. Tepat di sebelah kebuh teh terdapat satu telaga warna dan cukup membuat hati tergoda melihatnya. Tanpa pikir panjang, kaki kami terus melangkah menuju telaga ini.

IMG_20170819_123358
Monyet yang biasa di kasi makan di dekat telaga warna


Pemandangan yang indah dihiasi rindangnya pepohonan. Menariknya, di sini banyak monyet berkeliaran dan ada kebiasaan pengunjung memberi makan mereka dengan kacang kulit. Persediaan makanan sudah ada dan bisa didapatkan kepada ibu-ibu penjual kacang kulit keliling khusus untuk menjamu para pengjung yang hendak bercengkrama langsung dengan para monyet ini.

IMG_20170819_112100
telaga warna dan hamparan hijau pepohonan


Menariknya, di balik indahnya telaga warna ini ada kisah misterius di dalamnya. Dahulu Telaga Warna adalah patilasan atau peninggalan Kerajaan Kutatanggeuhan yakni sebuah kerajaan yang berpusat di lereng Gunung Lemo, Komplek Gunung Megamendung. Kerajaan Kutatanggeuhan dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana bernama Prabu Suarnalaya dengan permaisurinya bernama Purbamanah.

Namun sayang, sang Raja dan Permaisuri tidak juga dikarunia anak sehingga membuat sang Raja bertapa. Sekian lama bertapa akhirnya ia mendapat petunjung untuk memunggut anak angkat. Beberapa waktu kemudian, sang isteri pun mengandung dan kabar ini disambut dengan suka cita oleh warga kerajaan.

VID_20170819_121422
kasi makan monyet


Akhirnya, sang Permasyuri pun melahirkan seorang puteri cantik. Singkat waktu, sang Puteri pun telah menjadi dewasa hingga sang ayah mengadakan pesta tetapi Puteri yang disayanginya tersebut tidak terima dikasi hadiah kalung.

Kenyataan ini membuat pilu sang ibunda sehingga ia menangis. Tiba-tiba di bagian pendopo mengeluarkan air dan kian lama makin membesar dan keluar dengan derasnya. Lalu, kerajaan itu lenyap ditenggelam dan yang ada hanya telaga yang indah dengan balutan pepohonan hijau.

Uniknya lagi, warna telaga ini sering berubah-rubah, kadang berwarna merah, kadang hijau. Perubahan ini pun tidak diketahui sebab nya dan masih menjadi misteri.

IMG_20170819_113238
perahu dari dekat telaga warna


Asiknya jalan-jalan sambil menggali pengetahuan sejarah. Tidak hanya itu, para pengjung dapat menikmati danau dari atas dengan flying fox dan berfoto langsung jadi serta hasilnya instagramable banget.

Biaya masuk juga terbilang murah, cukup dengan 8.500 (delapan ribu lima ratus rupiah) kita sudah bisa menikmati semuanya.