Rabu, 16 Januari 2019

7 Alasan Liburan ke Bromo



7 Alasan Liburan ke Bromo. Bromo selalu masuk dalam list liburan kebanyakan orang. Sudah bukan hal yang baru lagi bagi kita karena Bromo memang sangat terkenal hingga seantero Indonesia. Tapi, apa sebenarnya yang menarik dari Bromo hingga ribuan orang tumpah ruah mengunjungi gunung dengan ketinggian 2.329 di atas permukaan laut yang terletak di kawasan empat kabupaten yakni yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang dan semua ada di Jawa Timur.

Sebagai tempat wisata paling menarik di Jawa Timur, mari kita lihat beberapa alasan orang memilih Bromo untuk tujuan liburannya.

1. Gunung Berapi Aktif

kawah Bromo

Gunung Bromo menjadi menarik karena masih memiliki status gunung berapi masih aktif. Letusan terakhirnya tahun 2016 lalu sehingga tempat tersebut ditutup untuk para wisatawan. Meski begitu, para wisatwan nampaknya teteap menjadikan Bromo sebagai tempat wisata unggulan di kawasan Jawa Timur.

2. Bromo Gunung Suci

salahsatu peringatan tempat suci di Bromo

Mengunjungi Bromo kita akan melihat di beberapa titik peringatan bagi pengunjung untuk tidak mengotori tempat suci dan disertai dengan bangunan kecil khas Hindu. Setiap setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo dan dilanjutkan ke puncak Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

3. Spot Sunrise


Memilih Bromo artinya ingin mengabadikan setiap moment di sana. Tidak heran, tempat paling iconic adalah spot sunrisenya. Betapa tidak, gumpalan awan akan membungkus manis kawah Bromo dengan penampilan yang menarik. Untuk menikmati sunrise, kita harus datang subuh sekitar pukul 04.00 - 05.00 karena jika lewat dari itu, maka awan-awan manis tersebut sudah berpamitan sehingga tidak sempat untuk diabadikan.

4. Pasir Berbisik


Konon katanya, ketika kemarau tiba, pasir-pasir di sekitaran kawah Bromo ini akan berbunyi seperti berbisik. Bentuknya juga unik, mengalun seperti gelombang kecil di laut. Tapi, warna pasirnya bukan putih, bukan juga pink atau merah tetapi hitam, seperti kawasan di sekitarnya pekat semua. Pasir Berbisik ini menjadi tempat favorite untuk mengambil gambar atau video di atas jeep.

5. Bukit Teletubies


Pernah nonton Teletubies ? Banyak adegan yang mereka mainkan di bukit dengan hamparan rumput hijau. Biasanya, bukit ini jadi tempat favorite Lala dan kawan-kawan berjumpa dengan matahari mungil. Nah, di Bromo juga ada Bukit Teletubies dengan pemandangan indah yang siap memanjakan mata. Tidak sedikit pengunjung yang menghabiskan waktu untuk bersenandung bersama rumput hijau karena baik untuk kesehatan mata ketika kita melihat yang hijau-hijau. 

6. Kawah Bromo



Jangan sampai ketinggalan, kawah Bromo ini menjadi destinasi wajib karena belum sampai puncak artinya belum sah ke Bromo. Di kawasan inilah orang menyewakan kuda untuk membantu pendakian karena jaraknya yang cukup jauh dan menyita waktu setidaknya 40 menit dapat dipangkas kalau menggunakan jasa kuda. Selain menghemat waktu, berfoto dengan kuda juga jadi penampilan menarik untuk dikenang. 

Untuk sampai di kawah ini, kita akan melewati pendakian yang tidak terlalu curam tapi cukup melelahkan. Tapi, di menit ke 30, supaya lebih mudah sampai ke puncak, kita disediakan tangga, setidaknya ada 250 anak tangga yang harus dilewati baru sampai di kawah Bromo.

7. Paket Wisata Terjangkau

Menikmati keindahan alam memang harus merogoh saku dalam-dalam. Tapi, untuk ke Bromo tidak harus bayar mahal karena biaya masuk saja hanya cukup membayar 35.000,- saja dan kita sudah bisa menikmati semuanya. Kalaupun harus sewa jeep, biasanya satu jeep itu bayar sekitar 700.000,- dan dapat diisi oleh 8 orang.

Jadi, apakah kamu ingin berkunjung ke Bromo ?


Kamis, 03 Januari 2019

Gereja Pusharang, Tempat Wisata Unik di Kediri


Pernahkah menjumpai tempat ibadah yang bangunan berdiri kokoh dari susunan bebatuan? Ya, pemandangan unik tersebut akan kita jumpai ketika berkunjung di Kediri, Jawa Timur.

Gereja yang didirikan pada tahun 1936 ini memberikan aroma yang berbeda kepada setiap pengunjung. Memang, ini adalah Gereja Katolik tempat ibadah umat Katolik sekitar tetapi juga di buka untuk umum dan menjadi icon di Desa Pusharang, Kecamatan Senen, Jawa Timur.

Tempat ini tampak sangat berbeda dengan yang lain seluruh gerejanya tersusun dari batu yang sangat rapi dan artistik. Bangunan indah ini menambah keistimewaan Pusharang yang selalu ramai di datangi penduduk.

Ada banyak yang dapat dijumpai di sini, mulai dari hutan yang asri, khas ajaran Katolik hingga pemakaman abu para imam dan uskup. Saat pertama kali melihat bangunan ini, memang kental dengan nuansa sejarah. Kita di bawa pada puluhan tahun yang lalu.



Kaki melangkah dengan nyamannya melintasi setiap tangga yang membawa kita di berbagai tempat menarik. Pertama memasuki pelataran Bunda Maria, sapaan angin segar langsung menyirami jiwa. Lanjutkan langkah memasuki Gereja Pusharang dengan sambutan menara dari susunan batu.

Masuk di pelataran Gereja, sepertinya memang tidak luas. Ruang gereja di desain tanpa sekat dan umat duduk di kursi plastik yang disiapkan pengurus Gereja. Di sudut kiri terdapat gua maria dengan ukuran kecil dan dihiasi dengan patung.

Lanjutkan perjalanan, kita akan menjumpai rest area yang luas dengan sajian alam nan indah. Tidak jarang tempat ini digunakan untuk menikmati santapan siang bagi keluarga yang berkunjung di Pusharang.

Ternyata, sebelum berangkat di tempat lain, kita akan tertahan di toko oleh-oleh yang memang mayoritas kelengkapan umat Katolik, seperti Rosario dan lainnya tetapi ada banyak juga kerajinan khas Kediri yang di jual di sini.

Setelah puas memilih oleh-oleh, perjalanan berlanjut ke pemakaman abu para imam dan uskup. Tempatnya rapi dan bersih karena di anggap tempat suci. Tempat ini selalu buka setiap hari sehingga kita bisa masuk dan melihat keindahannya.



Tempat yang paling banyak di kunjungi orang adalah Gua Maria yang sangat besar, dipeluk erat oleh pepohonan hutan nan asri. Di sini kita dapat berdoa memohon kepada Bunda Yesus Kristus. Menariknya, tidak hanya umat Kristen yang datang tetapi Muslim juga menikmati kunjungan di sini. Mereka tampak menikmati berfoto tepat di depan patung Bunda Maria.

Di sekitar Gua Maria juga di bangun pendopo-pendopo semua peristiwa di Doa Rosario, ada 5 pendopo dengan peristiwa masing-masing serta gambar yang merepresentasikan dari peristiwa tersebut.

Di bagian akhir adalah area Jalan Salib. Patung dibangun sesuai dengan cerita setiap perhentian kisah Yesus di jatuhi hukuman mati hingga disalibkan. Apa yang membuat tempat ini begitu menarik perhatian? Selain alamnya yang indah dan asri, bersih pula dan secara tidak langsung mengenal Katolik lebih dekat.

Jadi, punya rencana ke Kediri? Jangan lupa berkunjung ke Gereja Pusharang.
Biaya masuk gratisssss cuma bayar parkir kendaraan saja.