Jumat, 09 Agustus 2019

Menikmati Keseruan di Pasar Terapung, Banjarmasin Kalsel

Jelajah Indonesia - Jalan-jalan ke Banjarmasin belum sah kalau tidak mengunjungi Pasar Terapung Lok Baintan, kawasan Sungai Martapura yang selalu ramai dipadati oleh penjual dan pengunjung setiap harinya. Sebenarnya, ingga saat ini, ada 3 kawasan yang menjadi Pasar Terapung yakni Pasar Terapung Lok Baintan dan Kuin serta Pasar Terapung Siring yang merevitalisasi kedua pasar tersebut alias dibilang pasar terapung KW oleh warga setempat.

Pasar Terapung, Lok Baintan Banjarmasin
Keberadaan Pasar Terapung ini sudah ada sejak abad ke-14, sebelum hadirnya kerajaan Banjar. Namun, semakin berkembang sejak hadirnya kerajaan Banjar pada tahun 1595. Pada saat itu, masyarakat memang menggunakan sungai sebagai tempat perdagangan, karena Banjarmasin dikenal sebagai daerah dengan banyak sungai. Pasar Terapung ini unik karena setiap pedagang harus menjajakan dagangannya di atas sampan bersama alunan gelombang sungai. Hal inilah akhirnya yang membuat pemerintah Indonesia menetapkan pasar terapung sebagai aset negara pada tahun 1980.

Lalu apa saja keseruan di Pasar Terapung?

Apa saja yang dapat dinikmati ketika berada di Pasar Terapung Banjarmasin? Yukk simak cerita dari jelajahindonesia berikut ini.

1. Disambut dengan Kehangatan

Kalau mau ke Pasar Terapung Lok Baintan atau Kuin, kita harus menggunakan kapal motor yang disewa atau ada beberapa hotel sudah menyiapkan untuk para tamunya. Perjalanan dari Pelabuhan Siring menuju Pasar Terapung Lok Baintan di tempuh dengan jarak sekitar satu jam. Menariknya nih, kapal kita baru saja melabuhkan diri di perairan Martapura atau tepat di pasar nan unik ini, beberapa perahu dan "nahkoda"nya akan menghampiri. Dengan senyum kehangatan mereka akan bilang "coba dulu kak, ini buahnya segar baru petik tadi pagi,". Jadi, kita akan disodori dengan berbagai macam buah segar khas dari Kalimantan. Mungkin ada beberapa yang bahkan kita tak pernah melihat apalagi memakannya, tapi akan ditemukan di pasar tradisional ini.

Beberapa pedagang mulai mendekati pengunjung, Pasar Terapung Lok Baintan Banjarmasin

Kemudian, yang lain lagi akan ikut menghampiri dan menawarkan jualan mereka. Tidak hanya jual buah, tetapi juga ada makanan khas dari Banjarmasin. Seperti sate banjar, atau kue-kue kecil yang hanya dapat dinikmati di sana. Pasar ini buka mulai pukul 05.00 hingga 09.00 WITA.
 

2. Boleh Naik Perahu

Hal paling menyenangkan adalah kita boleh naik perahu para penjual itu, tidak bayar alias gratis hanya saja kita harus membeli dagangan mereka. Karena, selama kita naik perahu itu, dia hanya akan fokus melayani kita seperti memfoto kita, ngobrol atau cerita dan keliling dengan perahu itu, begitulah aturannya. Tapi, tidak ada minimal belanja, terserah kita aja mau belanja berapa, mungkin lima puluh ribu, seratus ribu atau berapapun. Ketika naik di perahu, kamu akan merasakan sensasi menjadi penjual di Pasar Terapung. Kalau kamu bisa mengayuh sampan, boleh juga kamu "mengendarai"nya, tapi memang tidak diperbolehkan berdiri selama sampan dikayuh, takut jatuh ke sungai katanya.

Ketika kita membeli dagangannya, mereka akan bilang "saya jual" dan kita jawab "saya beli"

Jadi pedagang di Pasar Terapung Lok Baintan, Banjarmasin

3. Bertemu Banyak Orang dari Berbagai Latar Belakang

Paling asik itu ya ketemu banyak orang baru dari berbagai latar belakang. Nah, di Pasar ini kita akan berjumpa dengan macam-macam orang, baik dari Indonesia hingga mancanegara. Semua berbondong-bondong datang untuk menikmati manisnya sajian pasar tradisional yang masih terjaga hingga saat ini.

4. Melihat Kehidupan Masyarakat di Pinggir Sungai

Saat ini sangat sulit menjumpai masyarakat yang masih hidup di pinggir sungai. Apalagi dengan rumah panggung yang terbuat dari kayu dan masih kokoh meski terendam air berpuluh-puluh tahun. Dari perjalanan pergi dan pulang, mata kita akan dimanjakan dengan kehidupan masyarakat yang kesehariannya tergantung pada sungai. Rumah mereka jaraknya masing-masing sekitar dua hingga tiga meter saja tetapi uniknya, setiap rumah punya WC yang dekat sekali dengan tempat mandi rumah sebelahnya. (jangan dibayangin ya kalau ada lagi mandi terus di sebelahnya BAB)

Kehidupan masyarakat pinggir Sungai di kawasan Pasar Terapung, Lok Baintan Banjarmasin

4. Mencicipi Soto Bang Amat

Satu lagi kenikmatan yang tidak boleh dilewatkan yakni mencicipi Soto Banjar Bang Amat yang terkenal dengan kelezatannya. Dari aromanya saja memang udah menggoda dan siap menjelajah lidah hingga ususku. Porsi separuh saja udah bikin kenyang dengan sajian lontong, telur, daun bawang, yang dibalut dengan kuah sayuran. Rasanya? Tak ada tandingannya memang pas di lidah dan pas di perut. Tak heran, tempat ini jadi tujuan berikutnya setelah puas dengan pasar terapung. Setiap hari minggu selalu diisi oleh pemain musik khas Banjar dan selalu penuh. Hari lain juga ramai pengunjung. Soto Bang Amat ini memang lokasinya stategis, bisa di datangi jalur darat dan air.

Soto Bang Amat, Soto Khas Banjarmasin

5. Bersenandung Bersama Sang Fajar

Sebagai pengagum mentari sore dan pagi hari, mata kita akan menanti kehadiran mereka, entah itu sunrise atau sunset. Keindahan itu tak hanya dapat dinikmati kala di Pantai atau puncak bukit tetapi juga disajikan ketika perjalanan menuju Pasar Terapung Lok Baintan. Semua mata terpana ketika Sang Fajar mulai memamerkan keindahannya tepat di hadapan kita. Ya, tak mau ketinggalan, kita yang sudah terpana oleh pesonanya langsung mengabadikannya. Kapal semakin melaju, seolah kita hampir menggengam dirinya.

Sunrise menuju Pasar Terapung Lok Baintan, Banjarmasin

6. Bonus : Pasar Terapung Siring

Letaknya tepat di pusat kota. Hanya buka setiap hari sabtu dan minggu, kebetulan hari minggu di kawasan ini menjadi tempat berkumpulnya banyak orang, pasar kuliner khas Banjarmasin juga ada di sini serta jual berbagai macam keperluan. Namun, di sini agak sedikit beda, karena para penjual menyimpan dagangannya di pelabuhan, tidak di perahu dan pembeli yang akan menghampiri penjual, bukan sebaliknya seperti di pasar terapung asli.

Pasar Terapung Siring, Banjarmasin

Indonesia memang kaya ya, banyak hal unik yang dapat kita jumpai di berbagai daerah di tanah Ibu Pertiwi ini. Mari kita jaga kelestariannya supaya tetap aman dan nyaman untuk dikunjungi. Sampai jumpa di perjalanan berikutnya ya :)
  1. Keren,
    Mempertahankan & melestarikan budaya memang sudah seharusnye utk sebuah identitas bangsa yg kian hari semakin memudar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, di sini kita lihat yaa masyarakat masih menjaganya dg baik

      Hapus

Start typing and press Enter to search