7 Fakta Danau Lait Yang Belum Banyak Diketahui - JELAJAH INDONESIA

Kumpulan tempat wisata indah dan unik di Indonesia

7 Fakta Danau Lait Yang Belum Banyak Diketahui

Share This
Danau Lait

Suasana kota yang sesak memang buat hati tak tenang. Udara kotor dan panas, belum lagi banyak kendaraan jadi tambah polusi. Tapi semua harus dinikmati karena tuntutan pekerjaan demi sesuap nasi untuk keluarga dan menimba ilmu untuk masa depan yang lebih baik.

Untuk menghilangkan rasa penat dan menikmati udara segar, sesekali harus berpergian ke tempat wisata, udara segar dan alam masih asri. Kalimantan Barat menjadi kepingan surga karena di setiap daerah memiliki tempat yang indah dan siap memanjakan jiwa. Tapi sayang, biasanya tempat tersebut jauh dari perkotaan sehingga butuh waktu yang lama untuk sampai ke lokasi.

Spot Foto Danau Lait

Baru-baru ini telah dirilis tempat wisata alam yang menjawab kegaduhan kita semua. Tak perlu pergi jauh untuk menikmati udara yang segar dengan pemandangan yang indah. Awal tahun 2018 telah resmi dibuka Wisata Danau Lait. Wisata baru dan memikat hati, tak sedikit yang berkunjung ke sana untuk bersatu dan melebur dengan alam. Tapi, tahukah kita fakta di balik Danau Lait ?
Yuk, kita simak berikut ini.


1. Dua Jam dari Kota Pontianak

Tidak perlu jauh-jauh untuk menikmati pesona alam. Hanya membutuhkan 2 jam perjalanan dari Kota Pontianak untuk sampai di Danau Lait, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau. Jarak ini cukup dekat dan mudah di akses oleh semua kalangan.

Danau Lait dari Kejauhan

2. Miniatur Danau Sentarum

Terdiri dari 7 danau yang saling bertemu. Danau Lait digadang-gadang sebagai miniatur Danau Sentarum Putusibau, Kapuas Hulu. Danau langka yang hanya ada di Kalimantan Barat. Indah dengan hamparan hijaunya, luas dan tenang airnya. Bukit-bukit menjadi pemanis di sekitarnya, begitu pula dengan Danau Lait ini, indah dan memesona dengan kehadiran bukit yang kita saksikan di sekitarnya.

Baca Juga: Danau Sentarum, Danau Langka dan Unik di Jantung Borneo
3. Murah Meriah

Berwisata biasanya harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit, mulai dari tiket masuk hingga jajanannya. Namun, di Danau Lait tidaklah begitu, cukup membayar tiket masuk sebesar 5.000 rupiah maka kita udah bisa menikmati semuanya. Ini juga udah termasuk biaya parkir, murah banget kan.



4. Ada Wahana Bermain

Menikmati pemandangan saja rasanya belum cukup tanpa melebur dengan berbagai wahana yang disediakan. Danau Lait menyediakan beberapa wahana permainan air, ada bebek engkol, sampan dan juga speedboat untuk keliling danau. Untuk bermain sampan, dalam waktu 30 menit hanya cukup membayar 20.000, sedangkan bebek engkol 25.000.

Wahana Bermain Bebek Engkol


5. Banyak Spot Selfie

Liburan tidak sah tanpa pengabadian. Foto dan video menjadi kunci terbaiknya. Danau Lait menyediakan banyak spot selfie untuk para pengunjung, mulai dari yang berlatar danau dan pengunungan hingga hutan. Tapi, kebanyakan dan paling terkenal adalah spot selfie LOVE.

Spot Foto LoVE


6. Berlatar Kebun Karet

Uniknya, Danau Lait ini berlatar kebun karet yang rapi dan bersih. Tidak heran akhirnya dijadikan tempat untuk kemah. Udaranya sejuk dan menyegarkan jiwa. Tempat ini juga cocok dijadikan spot foto. Tapi, paling menarik adalah bisa hammock-an dengan nyaman.

Kebun Karet


7. Tempat Peresmian GenPi Kalbar

Sebelum dikenal banyak orang, Danau Lait seperti kepingan surga yang tersembunyi. Akhirnya ditemukan dan dikelola kerjasama Pokdarwis dan juga Generasi Pemuda Indonesia (Genpi) Kalimantan Barat. Tempat ini sekaligus menjadi saksi terbentuknya Genpi Kalbar. Pemandangan yang indah dan memikat jiwa telah terpatrikan di Danau Lait.

Sebelum dikenal hingga ke sudut kota, tahun 2017 lalu saya ke Danau Lait. Lihat perbedaannya sebelum dan sesudah dikelola

Baca : Danau Lait, Pesona Wisata Alam dan Pedesaan
Foto ayunan


2 komentar:

  1. banyak di kalbar tempat indah, unik, dan nyaman untuk bertualang dan liburan. tapi belum banyak yang dipublikasikan ke luar, jadi jarang ada yang tau... semoga kedepannya akan bisa lebih bagus dengan pemimpin baru.

    BalasHapus
  2. Iya betul bang, tempat wisata seolah bukan hal yang penting untuk diperhatikan

    BalasHapus

Pages