Minggu, 01 Juli 2018

Mudahnya Liburan Jaman Sekarang



Menyandang status sebagai mahasiswa memang tidak memiliki banyak waktu luang untuk menikmati indahnya maha karya ciptaan Tuhan di bumi ini. Teramat banyak kepingan surga yang diturunkan ke bumi untuk menjamu manusia. Tapi sayang, kita tidak dapat menikmati semua itu dengan mudah, ada banyak tahap yang harus dilakukan.

Terlebih lagi sebagai mahasiswa kendala terbesarnya adalah tiket perjalanan dan penginapan yang mahal, kadang buat kantong bocor. Tak hanya itu saja, berpergian di tempat yang jauh cukup ribet karena banyak hal yang harus diurus.

Seperti yang pernah saya lakukan beberapa waktu lalu. Kala itu saya memilih untuk mengurus liburan sendiri. Mulai dari tiket pesawat hingga tempat-tempat yang akan dikunjungi. Saya memilih untuk berwisata ke Puncak Bogor dan dilajutkan ke Bandung, ini adalah keinginan saya sejak lama.

Tapi ternyata cukup ribet, saya harus sibuk mencari penginapan dan juga transportasi dari Pontianak, Bogor hingga Bandung. Hasilnya, kebingungan di tengah perjalanan dan setibanya di tempat yang dituju, tidak tahu harus kemana lagi. Karena kita adalah orang baru di tempat orang sehingga tidak mudah untuk langsung paham daerah tersebut.

Dengan semangat mandiri akhirnya bisa sampai di Puncak Bogor dan beberapa tempat wisata di Bandung. Perjalanan tambah ribet karena harus mencari segala sesuatunya sendiri, mulai dari tempat wisata hingga itinerynya.

Puncak Bogor
Selama di Bogor, saya hanya mengandalkan google maps untuk menuju tempat yang ingin didatangi. Akhirnya, apa yang saya impikan kini menjadi nyata. Menikmati kesegaran Puncak Bogor seperti memeluk surga, udaranya sejuk dan alamnya segar, sangat mendamaikan jiwa. 

Hal serupa kembali terjadi ketika berada di Bandung, sebelum tidur harus merelakan waktu istirahat untuk melihat review tempat wisata bagus yang ada di Bandung. Dapatlah Maribaya yang tak kalah indah, suasana alam dibalut modern juga memikat hati. Bersenandung dengan alam di Tangkuban Perahu juga buat hati bahagia. 

Tangkuban Perahu

Tapi, ribet yang saya alami jangan sampai terulang lagi karena sekarang sudah ada layanan wisata berbasis online. Salahsatunya adalah Vizitrip yang siap memberi layanan terbaik untuk pelanggan. Tentu saja #LiburanJadiMudah karena semua sudah disediakan oleh Vizitrip.

Hadirnya layanan wisata online ini memberikan banyak pilihan yang dapat dilihat dari rumah, cukup menggunakan smartphone saja semua informasi dapat diperoleh. Tidak hanya itu saja, Trip Bareng Vizitrip kita bebas memilih akan berlibur private, grup maupun open tour, kini keputusan ada di tangan kita sendiri.

Maribaya
Banyaknya pilihan lokasi wisata yang disuguhkan yang disertai dengan itinery dan biaya menjadi nilai tambah agar kita lebih mudah memutuskan akan pergi kemana. Selain itu #LiburanJadiMudah karena adanya layanan langsung dari penyedia jasa, apapun yang ingin diketahui kita tinggal hubungi saja.

Ketika waktu liburan kuliah tiba, maka hanya cukup membuka smartphone atau laptop dan kunjungi Vizitrip.com untuk melihat kepingan surga di bumi manusia yang siap dijelajahi. Trip Bareng Vizitrip akan membuat Liburan Jadi Mudah disetiap saat.

Kemanapun akan pergi Vizitrip pilihannya, selain banyak tempat yang ditawarkan, Trip Bareng Vizitrip juga memberikan penawaran harga yang tidak mahal, cocoklah untuk kantong mahasiswa. Terlebih lagi jika ada promo, itu jadi kesempatan terbaik untuk liburan.

Maribaya

Saya sendiri memiliki list trip berikutnya, yaitu di Dieng Plateu dan juga Sumba. Kedua tempat ini sangat sangat eksotis dan mengguah jiwa untuk segera menjelahainya. Dieng maupun Sumba, memiliki karakter masing-masing yang sangat menarik dan tentunya indah lagi memesona.

Jadi, sudahkah kita memiliki list trip tahun ini ? Tidak perlu kawatir lagi karena sekarang #LiburanJadiMudah dengan bantuan jasa wisata di Indonesia, mau menjelahahi keindahan Indonesia atau luar negeri juga bisa.
Tapi, semudah-mudahnya liburan, tetap saja #LiburanJadiMudah jika itu GRATIISS !

Jangan lupa untuk liburan lagi tahun ini, masih banyak surga yang belum dijelajahi. Selagi bisa, jangan ditunda dan selalu gunakan jasa wisata agar perjalanan lebih praktis, tidak perlu pusing mempersiapkan segala sesuatunya.


Kamis, 28 Juni 2018

7 Fakta Danau Lait Yang Belum Banyak Diketahui

Danau Lait

Suasana kota yang sesak memang buat hati tak tenang. Udara kotor dan panas, belum lagi banyak kendaraan jadi tambah polusi. Tapi semua harus dinikmati karena tuntutan pekerjaan demi sesuap nasi untuk keluarga dan menimba ilmu untuk masa depan yang lebih baik.

Untuk menghilangkan rasa penat dan menikmati udara segar, sesekali harus berpergian ke tempat wisata, udara segar dan alam masih asri. Kalimantan Barat menjadi kepingan surga karena di setiap daerah memiliki tempat yang indah dan siap memanjakan jiwa. Tapi sayang, biasanya tempat tersebut jauh dari perkotaan sehingga butuh waktu yang lama untuk sampai ke lokasi.

Spot Foto Danau Lait

Baru-baru ini telah dirilis tempat wisata alam yang menjawab kegaduhan kita semua. Tak perlu pergi jauh untuk menikmati udara yang segar dengan pemandangan yang indah. Awal tahun 2018 telah resmi dibuka Wisata Danau Lait. Wisata baru dan memikat hati, tak sedikit yang berkunjung ke sana untuk bersatu dan melebur dengan alam. Tapi, tahukah kita fakta di balik Danau Lait ?
Yuk, kita simak berikut ini.


1. Dua Jam dari Kota Pontianak

Tidak perlu jauh-jauh untuk menikmati pesona alam. Hanya membutuhkan 2 jam perjalanan dari Kota Pontianak untuk sampai di Danau Lait, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau. Jarak ini cukup dekat dan mudah di akses oleh semua kalangan.

Danau Lait dari Kejauhan

2. Miniatur Danau Sentarum

Terdiri dari 7 danau yang saling bertemu. Danau Lait digadang-gadang sebagai miniatur Danau Sentarum Putusibau, Kapuas Hulu. Danau langka yang hanya ada di Kalimantan Barat. Indah dengan hamparan hijaunya, luas dan tenang airnya. Bukit-bukit menjadi pemanis di sekitarnya, begitu pula dengan Danau Lait ini, indah dan memesona dengan kehadiran bukit yang kita saksikan di sekitarnya.

Baca Juga: Danau Sentarum, Danau Langka dan Unik di Jantung Borneo
3. Murah Meriah

Berwisata biasanya harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit, mulai dari tiket masuk hingga jajanannya. Namun, di Danau Lait tidaklah begitu, cukup membayar tiket masuk sebesar 5.000 rupiah maka kita udah bisa menikmati semuanya. Ini juga udah termasuk biaya parkir, murah banget kan.



4. Ada Wahana Bermain

Menikmati pemandangan saja rasanya belum cukup tanpa melebur dengan berbagai wahana yang disediakan. Danau Lait menyediakan beberapa wahana permainan air, ada bebek engkol, sampan dan juga speedboat untuk keliling danau. Untuk bermain sampan, dalam waktu 30 menit hanya cukup membayar 20.000, sedangkan bebek engkol 25.000.

Wahana Bermain Bebek Engkol


5. Banyak Spot Selfie

Liburan tidak sah tanpa pengabadian. Foto dan video menjadi kunci terbaiknya. Danau Lait menyediakan banyak spot selfie untuk para pengunjung, mulai dari yang berlatar danau dan pengunungan hingga hutan. Tapi, kebanyakan dan paling terkenal adalah spot selfie LOVE.

Spot Foto LoVE


6. Berlatar Kebun Karet

Uniknya, Danau Lait ini berlatar kebun karet yang rapi dan bersih. Tidak heran akhirnya dijadikan tempat untuk kemah. Udaranya sejuk dan menyegarkan jiwa. Tempat ini juga cocok dijadikan spot foto. Tapi, paling menarik adalah bisa hammock-an dengan nyaman.

Kebun Karet


7. Tempat Peresmian GenPi Kalbar

Sebelum dikenal banyak orang, Danau Lait seperti kepingan surga yang tersembunyi. Akhirnya ditemukan dan dikelola kerjasama Pokdarwis dan juga Generasi Pemuda Indonesia (Genpi) Kalimantan Barat. Tempat ini sekaligus menjadi saksi terbentuknya Genpi Kalbar. Pemandangan yang indah dan memikat jiwa telah terpatrikan di Danau Lait.

Sebelum dikenal hingga ke sudut kota, tahun 2017 lalu saya ke Danau Lait. Lihat perbedaannya sebelum dan sesudah dikelola

Baca : Danau Lait, Pesona Wisata Alam dan Pedesaan
Foto ayunan


Kamis, 07 Juni 2018

Menikmati Kesederhanaan dan Kekeluargaan di Rumah Panjang Saham, Landak




Menikmati taman bunga di Rumah Panjang Saham


Kalimantan Barat itu kaya, memiliki segalanya. Bahkan, Kalbar digadang-gadang sebagai miniaturnya Indonesia.
Karna Kalabr terdiri dari beragam suku maupun agama dan budaya. Tidak hanya itu saja, Kalbar juga memiliki tempat wisata yang unik dan menarik.

Bicara soal Kalbar, maka akan kental dengan budayanya. Kalbar juga dikenal dengan penduduk dengan Suku Dayak yang dominan, tetapi sekarang hampir sama jumlahnya dengan Suku Melayu dan Cina.

Salah satu spot foto terbaik, menampilkan kearifan lokal

Tetapi, Suku Dayak ini memiliki ciri khas tersendiri yakni Rumah Panjang. Tempat hidup keluarga satu rumpun yang tinggal di bangunan yang sama. Biasanya, setiap Kabupaten memiliki satu rumah panjang yang masih di huni.
Kabupaten Landak, salah satunya. Memiliki rumah panjang yang cukup tua tetapi masih terawat dan kini di huni puluhan kepala keluarga.

Bagian depan Rumah Panjang Saham

Terletak di Saham, tidak jauh dari pusat Kecamatan Sengah Temila yakni di Pahauman, berdiri kokoh rumah Panjang.
Tempat ini menjadi saksi sejarah perkembangan masyarakat adat di wilayah tersebut.

Hingga sekarang, rumah panjang ini selalu dikunjungi oleh wisatawan, baik regional maupun nasional hingga internasional. Letaknya di tengah hutan tetapi akses jalan yang bagus menjadi daya tarik tersendiri. Selain dapat menikmati rayuan pepohonan di jalanan, angin segar juga siap memanjakan tubuh.

Foto bersama teman lebih baik

Tidak heran jika orang memutuskan liburan di Rumah Panjang Saham ini. Mereka hanya sekedar ingin menikmati kesederhanaan dan kekeluargaan yang ditampilkan di daerah tersebut.

Saya sendiri sangat senang berkunjung ke Rumah Panjang Saham, alamnya masih asri, sejuk dan mendamaikan jiwa. Berkali-kali meluangkan waktu untuk datang dan terus datang karena semesta terus memanggil. Masyarakatnya juga ramah dan membuat hati semakin rindu, haus dahaga ingin menikmati asiknya ngobrol bersama.

Swafoto juga menarik

Saat paling nikmat berkunjung adalah ketika Naik Dango atau syukuran hasil panen padi. Makanan berlimpah, hidangan khas juga dapat dinikmati. Biasanya acara ini berlangsung setiap tanggal 27 April. Maka tak heran banyak insan yang ingin datang.

Selain itu, banyak tempat yang bagus untuk diabadikan dalam sebuah foto. Menyenangkan sekali dapat bercumbu dengan alam dan saksi sejarah seperti Rumah Panjang Saham ini.
Saya rindu, ingin datang kembali.




Jumat, 01 Juni 2018

Pantai Pulau Datok, Tempat Menikmati Angin Segar di Sukadana

Pantai Pulau Datok

Bicara soal keindahan pantai memang tak akan ada habis-habisnya. Karena pantai selalu menawarkan keindahannya setiap saat, apalagi senjanya. Dimanapun pantai berada, senjanya selalu indah dan memesona.

Kalimantan Barat menjadi kepingan surga yang terlihat. Banyak sekali tenpat indah di sini, mulai dari pantai, air terjun, bukit, hingga pulau yang membentang alam semesta. Bicara soal pulau, Kalbar memiliki banyak keunggulan karena tak kalah dengan daerah lain.

Salah satunya adalah Pantai Pulau Datok. Berada di Sukadana, Kayong Utara. Tempat ini menjadi saksi festival nasional yang bertajuk Sail Karimata 2016 dengan menghadirkan berbagai elemen untuk terlibat dan menyaksikan keindahan Kalbar dari dekat.

Pelataran Pulau Datok


Pantai Pulau Datok jika dilihat sekilas memang seperti pantai pada umumnya, tetapi ada yang unik. Selain ada pantai yang dapat dinikmati sebagai tempat diving, Pantai Pulau Datok juga menjadi spot terbaik memancing. Bagi yang hobi mancing, disini tempatnya.

Selain itu juga, terdapat pulau-pulau kecil yang mengitari tempat ini. Kehadiran pulau kecil ini menambah keindahan dari Pantai Pulau Datok sehingga dapat menjadi alternatif jalan-jalan bersama teman sehobi.

Saya yang baru pertama kali bertandang ke tempat ini merasa kagum karena keindahan yang dipancarkan begitu memesona. Hampir-hampir tak mampu berkedip mata memandangnya. Kami memulai perjalanan dipesisir pantai, memandangi setiap sisi yang ada. Terdapat warung-warung untuk bersantai dan menikmati angin di siang hari.



Sunset di Pulau Datok


Tak mau ketinggalan, teman-teman saya memilih bermain cano sembari mencari spot diving. Sepertinya memang menyenangkan tetapi waktu tak mengizinkan saya ikut sehingga hanya dapat memandangi dari jauh saja. Tapi, kelihatannya mereka sangat antusias dan menyelesaikan misi untuk diving d Pulau Datok.

Perasaan sendu karena tak bisa ikut diving, saya pun mulai berkeliling dan akhirnya mendapatkan spot untuk menggantung hammock. Banyak pohon-pohon berjejer rapi sehingga boleh dimanfaatkan untuk hammock-an. Anginnya sangat menggoda, kami terdiam dan akhirnya tertidur. Betapa asrinya tempatnya, udaranya segar dan tentunya membuat hati semakin rindu.

Hammock-an sudah usai dan bermain cano juga usai, sekarang saatnya menikmati air kelapa muda khas pantai. Sembari menunggu sunset, sang cinta yang dinanti, kami menyediakan waktu bersenandung ria di pelataran pantai. Karena dekat dengan hutan, di Pantai Pulau Datok juga biasanya ada monyet berkeliaran tetapi hanya di pantai paling ujung sayap kiri.

Sunset Pulau Datok
Sunset yang dinanti kini telah tiba. Begitu indah, sangat cantik. Memang senja selalu menawarkan kecantikkannya agar siapa saja yang melihat menjadi candu dan rindu. Mereka akan datang lagi untuk kembali menikmati keindahan itu.

Puas sudah bermain di Pantai Pulau Datok, pekat malam mulai muncul. Akan lebih nikmat jika ada acara bakar-bakar ikan. Kebetulan ini adalah daerah pesisir sehingga banyak iklan yang nikmat untuk di santap. Dua ekor ikan toman pun menjadi sasaran untuk di bakar malam itu. Semua selesai dan Pulau Datok selesai dinikmati.

Pantai Pulau Datok
Pantai Pulau Datok ini dapat didatangi dengan tiga jalur, air, darat dan udara. Jika memutuskan menggunakan jalur air maka boleh dengan speedboat dari Pontianak tujuan Sukadana, perjalanan kurang lebih 5 jam. Sedangkan jika lewat darat dapat dengan kendaraan pribadi dari Pontianak ke Sukadana, perjalanan bisa hingga 12 jam.
Jika ingin lebih cepat, dapat menggunakan pesawat dari Pontianak ke Ketapang. Kemudian transit lagi dari Ketapang ke Sukadana, perjalanan kurang lebih 3 jam.
Untuk biaya, kurang dari 500.000,-






Jumat, 02 Maret 2018

Sejarah Cap Go Meh



Sejarah Cap Go Meh. Setelah perayaan tahun baru Imlek dilaksanakan dengan meriah, acara penutupnya adalah Cap Go Meh. Ketika Imlek, orang-orang akan berkunjung ke sanak saudara yang merayakan Imlek yang identik dengan angpao dan kue keranjang.

Namun, masih ada lagi yang tidak bisa dilupakan dalam perayaan tahun baru Cina yakni Cap Go Meh sebagai puncak dari perayaan tersebut. Biasanya orang menganggap Imlek dan Cap Go Meh merupakan hari raya suatu agama padahal ini merupakan perayaan budaya suku Tionghoa.




Cap Go Meh adalah lafal dialek Tio Ciu dan Hokkian, artinya malam 15. Sedangkan lafal dialek Hakka adalah Cang Njiat Pan, artinya Pertengahan bulan satu. Di daratan Tiongkok dinamakan Yuan Xio Jie dalam bahasa Mandarin yang berarti festival tanggal 15 bulan satu Kalender Tionghoa.

Dalam perayaan Cap Go Meh selalu ada yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Misalnya saja di Singkawang, tidak sah rasanya ketika Cap Go Meh tanpa melihat atraksi tatung. Tidak hanya itu, perayaan Cap Go Meh juga dimeriahkan oleh atraksi naga dan barongsai.


Puluhan Naga diturunkan untuk merayakan Cap Go Meh di berbagai kota di Indonesia. Kalimantan Barat sebagai salah satu provinsi dengan penduduk Tionghoa terbesar pun ikut merayakan, pusatnya adalah di Singkawang dan Kota Pontianak. Tidak heran ketika Cap Go Meh banyak pengunjung yang datang ke kota yang dijuluki kota Amoy ini. Pengunjung bukan hanya dari masyarakat lokal, tetapi ada dari provinsi lain bahkan mancanegara.

Semarak Cap Go Meh terus digaungkan untuk menarik minat wisatawan yang datang dan menjadi agenda tahunan yang meriah. Atraksi Tatung, Naga dan Barongsai menjadi daya tarik tersendiri untuk dinikmati sehingga banyak orang rela datang jauh-jauh serta merogoh saku dengan dana yang cukup besar demi menjadi bagian dari perayaan ini.

Tidak hanya masyarakat sipil yang terlibat, aparatur negarapun biasanya ikut andil dalam kegiatan ini. Sebab, Indonesia ini sungguh kaya akan budaya yang terus dilestarikan.


Dalam perayaan Cap Go Meh juga terlihat betapa indahnya perbedaan menyatu dalam balutan atraksi dan ini semata untuk melestarikan budaya di Indonesia. Tidak jarang pula yang menjadi pemain dalam atraksi tersebut berasal dari latar belakang yang berbeda, mulai dari suku hingga agama dan semua berkumpul menjadi satu, bekerjasama demi terciptanya suguhan luar biasa.

Cap Go Meh ini bukan hanya sekedar perayaan biasa, tetapi melalui kegiatan ini kita dapat melihat keberagaman Indonesia itu tercermin dalam sebuah atraksi yang indah dan membuat semua orang bahagia.

Selamat merayakan Cap Go Meh